Solusi Paling Tepat Mencegah Kekurangan Darah

anemia
anemia, kurang darah, kekurangan zat besi,

Kekurangan darah atau anemia tidak boleh diabaikan begitu saja. Meskipun demikian, anemia bisa ditangani oleh jenis makanan yang tinggi zat besi. Lagi pula, apa pengertian dari anemia itu?

Anemia bisa diartikan dengan kurangnya sel darah merah dalam tubuh. Hal ini dapat diketahui dari hemoglobin atau hematokrit saat anda melakukan tes darah secara rutin. Hemoglobin adalah bagian utama dari sel darah merah yang mempunyai protein. Tugasnya adalah mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Bayangkan saja bila hemoglobin di dalam darah menjadi rendah, maka setiap organ tubuh tidak bisa mendapatkan oksigen terbaik. Akibatnya, tubuh terasa lemas dan lunglai. Penyakit kurang darah atau yang disebut anemia bisa dialami oleh semua orang, termasuk anak-anak. Terutama jika seseorang tersebut mempunyai riwayat penyakit jangka panjang.

Dalam dunia medis, ada berbagai macam anemia yang dapat ditandai oleh seseorang. Beralih dari kasus ringan ke kasus yang lebih serius. Keadaan anemia yang serius ini memerlukan perawatan khusus. Pada pasien dengan anemia yang cukup berat, korban dapat menyebabkan gejala yang berbeda. Seperti, pusing ketika berdiri, migrain, kulit pucat, tangan dan kaki dingin, sesak napas, hingga keinginan untuk memakan es dan segala sumber makanan yang tidak bisa dimakan (kondisi ini disebut pica). Jadi, lihat penjelasan di bawah ini

1. Zat Besi

Cara yang paling utama untuk menghindari kekurangan zat besi yaitu dengan makan jenis makanan yang kaya zat besi. Seperti yang disebutkan di atas, hemoglobin dalam sel darah merah membutuhkan zat besi. Zat besi dalam makanan bisa ditemukan dari daging tanpa lemak, ikan, kerang, kedelai, bayam, biji wijen, tahu, kentang, hingga hati.

2. Vitamin C

Tidak hanya kaya antioksidan, vitamin C yang ditemukan pada sayuran dan buah bisa menjadi metode khusus untuk mencegah anemia. Vitamin C mempunyai peran penting dalam asimilasi zat besi ke usus halus. Dengan meningkatkan kebutuhan vitamin C,maka konsumsilah sebagian buah seperti jambu biji, blackcurrants, kiwi, jeruk, pepaya, hingga stroberi. kalian juga bisa mendapatkan tambahan vitamin C melalui cabai, kembang kol, bayam, brokoli, daun kenikir, hingga daun bangun.

3. Berikan Susu Sapi pada Anak Berusia 1 Tahun

Susu sapi yang diberikan kepada anak-anak bisa membantu mencegah kurang darah sejak awal. Namun, pastikan jika si kecil usianya mencapai 1 tahun ke atas. ASI merupakan susu terbaik yang harus diberikan kepada si kecil sejak lahir hingga berusia 2 tahun. Jika anak Anda hipersensitif terhadap susu sapi, coba berikan susu kedelai. Ingatlah untuk berkonsultasi dengan spesialis.

4. Sumber Makanan Yang Mengandung B12 dan Asam folat

Cara paling ampuh untuk mencegah anemia adalah dengan mengkonsumsi jenis makanan yang mengandung zat gizi B12 dan asam folat. Misalnya bahan pangan seperti telur, susu, selada, kangkung, hingga unggas.

5. Hindari alkohol

Selain merokok, minum cocktail juga bisa menjadi pemicu anemia. Seperti yang ditunjukkan oleh alcohol.org, minuman keras atau minuman memabukkan lainnya dapat mengurangi pembentukan sel darah merah di sumsum tulang sambil mengkonsumsi suplemen dari tubuh. Suplemen yang paling banyak disimpan tubuh yaitu nutrisi B12 dan asam folat.

Itulah segala macam hal yang perlu Anda ketahui tentang penyakit kurang darah, jenis makanan yang baik dikonsumsi demi mencegah anemia, hingga suplemen penambah darah.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *